Hari ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia meluncurkan lomba tahunan karya tulis jurnalistik ‘EU4Wartawan’. Tahun ini, lomba yang diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Yayasan TIFA, mengambil tema dampak teknologi terhadap hak asasi manusia. Diselenggarakan untuk ketiga kalinya, EU4Wartawan bertujuan untuk mendorong karya jurnalistik yang berkualitas tinggi terkait tema hak asasi manusia.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Piket mengatakan, “Akibat tekanan pandemi COVID-19, penggunaan teknologi digital menjadi jauh lebih luas dan jauh lebih cepat. Teknologi kini telah menyatu dalam berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari, menjadi alat dan solusi yang sangat efektif. Namun ada juga sisi negatifnya, dan sejumlah aplikasi teknologi menimbulkan keprihatinan akan dampaknya terhadap hak asasi manusia. Ancaman seperti doxing dan pemalsuan data umumnya diarahkan kepada kelompok rentan, seperti para pejuang hak asasi manusia, aktivis, pemberi aduan (whistle-blower), bahkan wartawan.”

“Wartawan memainkan peran penting dalam menyoroti berbagai perkembangan sosial. Melalui EU4Wartawan, Uni Eropa bermaksud meningkatkan kesadartahuan publik tentang tulisan para wartawan Indonesia terkait hak asasi manusia. Tulisan para wartawan semestinya dapat menjadi pemicu bagi kita untuk melakukan refleksi bagaimana kita memitigasi risiko terhadap demokrasi dan hak asasi dasar manusia yang dapat timbul karena adanya teknologi digital,” imbuh Duta Besar Piket.

Para wartawan dapat mengikuti lomba ini dengan mendaftar melalui website EU4Wartawan (www.eu4wartawan.id) hingga batas waktu 28 November. Lima pemenang akan diumumkan pada 10 Desember 2021 bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia, dan berhak untuk berpartisipasi dalam pelatihan jurnalistik internasional. EU4Wartawan diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan #EU4HumanRights dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia 2021.

Untuk informasi dan registrasi: www.eu4wartawan.id

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota dengan jumlah penduduk sebanyak 470 juta. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global. 27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan protokol) adalah: Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Perancis, Italia, Siprus, Latvia, Lituania, Luksemburg, Hongaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia dan Swedia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Uni Eropa serta hubungan dan kerja samanya dengan Indonesia, akses:
http://eeas.europa.eu/indonesia
Ikuti akun media sosial kami di Twitter, Facebook, Instagram dan Youtube

Kontak Media: delegation-indonesia-info@eeas.europa.eu